Proyek TI

 

Pengertian Proyek
Proyek adalah suatu bentuk usaha sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Biasanya, sebuah proyek adalah solusi dari sebuah masalah atau bisa juga dikatakan upaya yang dapat memenuhi suatu kebutuhan, dan biasanya menghasilkan keuntungan finansial. Tiap proyek mempunyai tiga karakteristik, yaitu:
1. Mempunyai awal yang jelas dan titik akhir
2. Setelah sampai pada titik akhir, proyek berarti selesai
3. Proyek mencoba untuk meraih sesuatu yang baru
Contoh dari proyek yakni:
• Orang yang memperkerjakan suatu firma untuk membangun rumah mereka
• Suatu universitas yang meng-upgrade teknologi infrastrukturnya
• Firma teknologi medis yang mengembangkan alat yang dapat terkoneksi dengan smartphone
Batasan proyek
Setiap proyek dibatasi dalam cara yang berbeda – beda. Untuk membuat proyek sukses, manajer proyek harus mempertimbangkan ruang lingkup (scope), waktu (time), dan biaya (cost), kemudian menyeimbangkan ketiga hal tersebut. Manajer harus mempertimbangkan hal – hal berikut:
• Cakupan: pekerjaan apa saja yang dilakukan di dalam proyek, hasil yang diperoleh dari proyek untuk pelanggan atau sponsor
• Waktu: lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek, jadwal proyek
• Biaya: biaya untuk menyelesaikan proyek, anggaran proyek, sumber daya yang dibutuhkan
• Kualitas: Seberapa baik kualitas produk atau jasa, upaya – upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan

Manajemen Proyek TI
Manajemen proyek TI melibatkan pendekatan terstruktur untuk perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan proyek teknologi informasi. Ada berbagai jenis proyek TI yang organisasi bisa lakukan, termasuk:
• Pengembangan software dan implementasinya
• Instalasi Hardware
• Upgrade sistem jaringan
• Manajemen database

Informasi Protocol Data Unit (PDU) dalam Cisco Packet Tracer

PDU atau Protocol Data Unit adalah suatu bentuk komunikasi antar layer yang ada pada model OSI (Open Source System). Selain layer dengan layer, PDU digunakan juga oleh protokol untuk berkomunikasi dengan perangkat jaringan dan sama seperti komunikasi protokol dengan protokol, komunikasi antar perangkat jaringan terjadi dalam komputer yang sama. Untuk mengomunikasikan informasi antar layer protokol, tiap layer yang ada dalam model menggunakan PDU dan informasi ini hanya bisa dibaca oleh layer yang menerima informasi tersebut dari pengirimnya. Tiap PDU mempunyai format spesifik yang mengimplementasikan fitur – fitur dan kebutuhan dari protokol.

Di model OSI, PDU memiliki bentuk yang berbeda pada tiap layer. Berawal dari dasar, pada Layer 1 (Physical Layer), PDU berupa bit, di Layer 2 (Data Link layer) berupa frame, di Layer 3 (Network Layer) berupa packet dan di Layer 4 (Transport Layer) adalah segmen. Di Layer 5 (Session – Presentation Layer) dan di atasnya, PDU disebut sebagai data.

data-link

Sumber: https://networksmania.files.wordpress.com/2012/03/data-link.png

Saat kita melakukan simulasi jaringan di Cisco Packet tracer, kita dapat mengklik sebuah PDU untuk membuka information window dan melihat rinciannya. Di dalam Window tadi terdapat tiga tab, yaitu:

  1. OSI Model
  2. Inbound Detail PDU
  3. Outbound Detail PDU

mode_simulation_pduinfo_1

OSI Model menunjukkan bagaimana sebuah paket diproses pada tiap layer model OSI oleh perangkat saat ini. Berdasarkan arah dari jalur paket, proses disini dibagi menjadi dua, yaitu  In Layer dan Out Layer. In Layer atau layer yang masuk menunjukkan  bagaimana perangkat memproses paket yang masuk tau yang dibuffer, sedangkan Out Layer atau layer yang keluar menunjukkan proses yang dilalui oleh perangkat ketika perangkat tersebut mengirimkan paket ke satu atau beberapa port.

Inbound Detail PDU menunjukkan apa yang ada di dalam header PDU. Header PDU disini terpecah menjadi tipe dari header dan field – field yang ada dalam tiap header. dipecah menjadi tipe header dan bidang individu dalam setiap header. Misalnya ketika sebuah PDU memiliki Ethernet II dan header ARP, maka tab ID PDU-nya akan menampilkan informasi seperti pembukaan, FCS, sumber, dan alamat tujuannya. Perlu diingat bahwa tab ID PDU ini hanya ada jika PDU yang klik sedang diterima oleh perangkat. Jadi tab ini tidak akan muncul jika PDU berasal dari perangkat tersebut.

Outbound Detail PDU menunjukkan informasi yang sama untuk paket yang keluar. Tab ini hanya berlaku jika perangkat memiliki PDU untuk dikirim.

Referensi:

PPT Layering Rule dan Arsitektur Protokol Jaringan oleh Eddy Prasetyo N

Cisco Packet Tracer Help files, Simulation Mode: PDU Information

Jaringan Komputer dan Klasifikasinya

Pengertian

sydney-computer-networking-services
Jaringan Komputer adalah sebuah sistem dimana sejumlah komputer dan perangkat keras dihubungkan satu sama lain melalui saluran komunikasi agar pengguna dapat berkomunikasi serta berbagi informasi dan sumber daya dengan pengguna lainnya dalam lingkup area yang luas maupun kecil.

Menurut Tanenbaum dan Wetherall (2011), sebuah jaringan komputer adalah sebuah sistem dimana sejumlah komputer otonom saling berhubungan dengan teknologi tunggal. Dua komputer dapat dikatakan terhubung jika kedua komputer tersebut dapat saling bertukar informasi. Koneksi atau penghubung kedua komputer ini tidak harus berupa kawat tembaga; serat optik, gelombang micro, infrared, dan satelit komunikasi juga dapat digunakan sebagai penghubung jaringan. Banyak varian dari ukuran, bentuk, dan wujud sebuah jaringan, dan biasanya ini terhubung bersama untuk membuat jaringan besar.

Salah satu contoh jaringan komputer adalah Internet yang sudah menghubungkan orang – orang di seluruh dunia dan tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekarang. Selain komputer, device apa saja yang bisa terhubung ke sebuah jaringan merupakan device jaringan, seperti konsol, hub, router, smartphone, dan firewall.

Manfaat dari jaringan komputer antara lain:
⦁ Kita dapat berbagi file yang kita miliki dengan orang lain, yang berarti kita dapat mengakses file seseorang, begitu pula orang lain dapat mengakses file kita yang sudah disebarkan melalui suatu jaringan
⦁ Dapat dengan mudahnya melakukan pengiriman data dengan cepat melalui internet/jaringan. Dibandingkan dengan pengiriman data tanpa jaringan, data yang dikirim melaui jaringan akan lebih cepat sampai pada tujuan dan lebih efisien
⦁ Mudahnya mengakses informasi terkini dengan bantuan jaringan.
⦁ Menghemat biaya karena sifat resource-sharing. Contohnya jika suatu perusahaan membutuhkan scanner, kita tidak peru membeli satu scanner untuk tiap komputer yang ada. Scanner tersebut cukup dihubungkan dengan komputer yang dengan bantuan sebuah jaringan.

Klasifikasi

Jaringan komputer pada umumnya diklasifikasikan menjadi 4 bagian, yaitu berdasarkan jangkauan, hubungan fungsional, topologi jaringan, dan fungsi khusus. Disini saya hanya akan membahas klasifikasi jaringan komputer berdasarkan jangkauannya.

Menurut Tanenbaum dan Wetherall (2011), klasifikasi jaringan komputer berdasarkan jangkauannya adalah sebagai berikut:

a. PAN
Personal Area Network atau disingkat PAN adalah jaringan yang menghubungkan perangkat jaringan dengan perangkat jaringan lain dalam jarak yang dekat (kira – kira hanya berjarak 1 meter). Contoh dari jaringan ini adalah penggunaannya bluetooth.

pan
b. LAN

Local Area Network (LAN) adalah jaringan yang jangkauannya berkisar dari 10 – 1000 meter. Jaringan tipe ini secara luas telah digunakan di rumah – rumah, kantor, gedung, dan tempat – tempat lain yang tidak mendukung/sulit dipasangnya perkabelan untuk jaringan.

lan
c. MAN

Metropolitan Area Network atau MAN adalah jaringan yang jangkauannya melingkup satu kota (kira – kira jangkauannya 10 kilometer). Contoh dari penggunaan jaringan ini adalah jaringan yang dipakai oleh televisi kabel di kota – kota.

man
d. WAN

Wide Area Network adalah tipe jaringan yang jangkauannya lebih luas dari MAN, yaitu bisa melingkup satu negara bahkan benua (jangkauannya kira-kira 100 – 1000 kilometer). Contoh dari tipe jaringan ini adalah sebuah perusahaan yang memiliki kantor – kantor cabang di beberapa kota.

wan

e. Internetworks
Internetworks (Internet) adalah tipe jaringan yang jangkauannya terluas dari tipe jaringan – jaringan sebelumnya (jangkauannya mencapai satu planet, atau kira – kira 10000 kilometer), yang merupakan kumpulan dari jaringan – jaringan yang saling terhubung satu sama lain. Internet menggunakan jaringan – jaringan ISP (Internet Service Provider) untuk menghubungkan jaringan perumahan, perusahaan, dan jaringan lainnya.

Referensi:
Tanenbaum, Andrew S., dan David J. Wetherall. 2011. Computer Networks 5th Edition.  Amerika Serikat: Prentice Hall.

 

Manajemen Proses di Linux

Manajemen Proses

Linux membuat proses setiap kali program ini dijalankan, baik oleh kita sendiri atau oleh Linux itu sendiri. Proses merupakan sumber informasi tentang bagaimana program yang sedang berjalan dan apa yang terjadi di dalam program itu.

Jika proses berjalan dan berhenti sesuai dengan tujuan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Tetapi jika proses itu menggunakan CPU secara berlebihan atau tidak berhenti ketika waktunya sudah habis, maka perintah Linux dibawah bisa membantu teman – teman.

Proses yang pertama kali dimulai saat Kernel di Linux dijalankan disebut init. Konsep proses di Linux memiliki kemiripan dengan konsep file permission yang mana setiap user hanya dapat memanipulasi proses yang menjadi “milik” nya. Setiap proses memiliki Process ID (PID) yang merupakan nomor unik yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan proses lain.

Ada empat konsep dasar di manajemen proses, yaitu Multiprogramming, Pseudoparallelism, Multiprocessing, dan Distributed Processing.

1. Multiprogramming

Salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedang berjalan tetap berjalan hingga task tersebut melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar (istilah lainnya external event).

2. Pseudoparallelism

Eksekusi proses secara paralel pada sistem.

3. Multiprocessing

Kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara simultan/bersamaan.

4. Distributed Processing

Mengerjakan semua proses pengolahan data secara simultan antara komputer utama dengan beberapa komputer lainnya dan saling terhubung melalui jalur komunikasi.

Berikut adalah beberapa model proses:

  • Sequential Process
  • Multiprogramming
  • CPU Switching

Proses memiliki operasi-operasi seperti:

  •  Penciptaan proses
  •  Penghancuran / terminasi proses
  •  Penundaan proses
  •  Perlanjutan kembali proses
  •  Mengeblok proses
  •  Membangunkan proses (wake)
  •  Menjadwalkan proses
  •  Komunikasi antar proses

Perintah-Perintah proses pada Linux

  1. top

Perintah top adalah cara untuk melihat penggunaan sumber daya sistem dan melihat proses yang paling banyak mengambil sumber daya sistem. Top menampilkan daftar proses, dengan yang menggunakan paling CPU di bagian atas. Untuk keluar, gunakan shortcut keyboard Ctrl-C.

     2. ps

Perintah atau command ps (process status) di gunakan untuk menampilkan informasi proses yang sedang berjalan termasuk nomor PID (Process Identification Number) dari proses tersebut. Proses atau biasa disebut task akan berjalan jika ada sebuah aplikasi yang sedang dijalankan, setiap proses yang berjalan oleh system diberi nomor PID yang unik. Dalam ps, flag -a atau  -au akan menampilkan semua user yang sedang menjalankan proses, flag -u berfungsi untuk menampilkan semua proses pengguna spesifik,  flag -eF menampilkan hubungan proses parent and child serta letak prosesnya, dan pstree menampikan semua proses dalam bentuk pohon atau hirarki.

3. kill

Perintah kill digunakan untuk menghentikan suatu proses. Cara penulisan di terminalnya adalah gunakan kill diikuti job number atau PID proses. Untuk identifikasi job number, diikuti prefix dengan karakter ”%”. contoh : kill %1,  kill %<nomor_job>, kill <PID> (contoh: kill 2016).

4. renice

Perintah renice digunakan untuk mengubah prioritas sebuah proses.

 

Referensi:

Modul Praktikum Sistem Operasi 2016

 

Pengertian OS Linux dan Command Line Dasar pada Linux

Pengertian Linux

Linux adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki, Finlandia yang merupakan “proyek hobi” pada tahun 1991. Proyek ini bermula pada saat ia menulis sebuah kernel (program komputer yang mengatur permintaan akan input/output dari perangkat lunak) untuk prosesor 80386, prosesor dengan arsitektur 32-bit pertama dalam jajaran CPU Intel untuk PC. Linux merupakan “tiruan” atau clone dari UNIX, dan termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, yang berarti semua orang dapat melihat, mempelajari, memodifikasi, dan mengembangkan kode sumber Linux. Linux sendiri memiliki lisensi GPL (General Public License). Linux dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mengembangkan perangkat lunak, jaringan komputer, maupun menjadi sistem operasi untuk end-user.

Basic Command Linux

Linux berasal dari UNIX yang menggunakan antarmuka baris perintah (command line). Singkatnya, antarmuka pengguna (user interface) yang berbasis grafis dengan jendela (window), ikon, dan menu pada Linux dibangun berdasarkan pada command line. Tidak semua pengguna Linux diwajibkan untuk memahami perintah dasar Linux, namun sebagai pembelajaran mengenai proses di dalamnya, perintah dasar Linux menjadi sesuatu yang perlu untuk dipelajari. Perintah – perintah tersebut dieksekusi menggunakan  terminal/Console.

Berikut beberapa perintah / command dasar yang digunakan pada Linux:

Perintah Fungsi
Cd Pindah direktori
Cd nama_direktori/ Pindah dari direktori ke direktori yang berada dalam direktori yang sedang diakses
Cd ~ Pindah ke direktori Home
Cd .. Pindah satu direktori ke direktori teratas / kembali ke direktori sebelumnya
Cd /nama_direktori/suatu_direktori Pindah ke direktori tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya
Ls Melihat daftar file suatu direktori
Ls –l Menampilkan daftar file disertai dengan atribut seperti user, permisson, ukuran dan tanggal modifikasi
Ls –a Menampilkan daftar file dan daftar file tersembunyi didalam folder yang sedang diakses
Ls –al Kombinasi dari perintah –a dan –l
Ls /nama_direktori/direktori Menampilkan daftar file dari /nama_direktori/direktori pada saat berada di direktori yang sedang diakses
Cp Menyalin file atau folder (folder harus sudah ada)
Cp nama_file/lokasi/tujuan Menyalin file dari lokasi ke tujuan
Cp –r folder/lokasi/tujuan Menyalin folder tertentu secara rekursif ke direktori yang dituju
Cp *.eksistensi_file /lokasi/tujuan Menyalin semua file dengan eksistensi tertentu ke direktori yang dituju
Cp nama* /lokasi/tujuan Menyalin semua file dengan nama tertentu dari lokasi ke tujuan
Rm Menghapus file atau folder
Rm file Menghapus file
Rm –r folder Menghapus folder
Rm –rf folder Menghapus folder secara paksa dari file system
Mkdir Membuat folder baru
Ps Melihat daftar proses yang sedang berjalan
Kill Mematikan suatu proses yang sedang berjalan
Kill PID Mematikan suatu proses yang sedang berjalan dengan menggunakan PID
Kill nama_program Mematikan suatu proses yang sedang berjalan dengan menggunakan nama program
Killall nama_program Mematikan semua proses dengan nama program yang diketikkan
Cat nama_file Melihat isi file (umumnya teks)
Wc nama_file Menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran suatu file
Man Menampilkan manual dari suatu command
Pwd Menampilkan direktori / folder yang sedang diakses
Whoami Melihat siapa saja yang sedang login
Reboot Restart sistem
Poweroff Mematikan sistem
halt Menghentikan semua proses dalam sistem operasi dan mematikan fungsional dari komputer
ftp Menghubungkan dengan server dan mendownload beberapa file
unzip Untuk mengekstrak sebuah file dengan format .zip
bzip2 Membuat file kompres dengan format .bzip2
mv Memindahkan sebuah folder ke lokasi berbeda
sort Mengurutkan file secara ascending (dari terkecil ke besar)
sort -r Mengurutkan secara descending (dari besar ke kecil)

Sumber:

Modul Praktikum SO pertemuan 2

jurnalweb.com/24-perintah-linux-terminal-command-linux-untuk-pemula/

en.wikipedia.org/wiki/Kernel_(operating_system)

Instalasi Linux Mint di Windows 7 (Dual Boot)

CARA INSTALASI LINUX MINT DI WINDOWS

Yang harus dipersiapkan:

  1. DVD atau flashdisk (disini saya pakai flashdisk yang sudah bootable dengan Rufus)
  2. OS Linux Mint (disini saya pakai Linux Mint 17.3)
  3. Software EaseUS Partition Master 10.8 untuk membuat partisi di hardisk

Langkah:

  1. Jalankan Aplikasi EaseUS untuk membuat partisi pada hardisk. Disini Saya akan mempartisi C:, maka klik disk C: dan pilih Resize/Move Partition
  2. Disini saya mempartisi 10 GB dari disk C, jadi atur Unnalocated Space After menjadi 10240, lalu klik Ok
  3. Sekarang kita bisa lihat bahwa partisi sudah siap untuk dilakukan. Klik Apply untuk membuat partisi dan komputer akan melakukan reboot .
  4. Setelah partisi selesai, maka hubungkan flasdisk bootable teman dengan port USB(Sudah ada Linux di flashdisk) dan restart PC untuk masuk ke menu Bios.
  5. Pilih Storage di menu bios. Tunggu sebentar dan Menu Linux akan muncul
  6. Klik pada ikon instal pada desktop. Pilih bahasa instalasi dan klik “Lanjutkan”.
  7. Pilih opsi “Something Else”. Kemudian atur ukuran disk yang kita sudah partisi tadi. Pilih Add/+.
  8. Disini saya atur size menjadi 8 GB(8000 MB), Tipe partisi Primary, Location for new partition Beginning of this space, Mount pointnya pilih “/”. Lalu klik Oke.
  9.  Pilih add/+ lagi untuk mengatur swap. Disini saya atur ukurannya 2GB, Type partition “Logical”, Location for new partition “End of this space”, Use as swap, lalu oke.
  10. Lalu, pastikan partisi yang kita sudah buat diceklis(yang 8 GB), lalu install now.
  11. Sekarang kita tinggal pilih zona waktu, tipe keyboard(pilih English), nama dan password. Lalu Restart.
  12. Selesai!

 

Sistem Basis data

Perbedaan Basis Data dan Sistem Basis Data

Basis data terdiri dari dua kata, yaitu kata Basis dan Data. Basis bisa di artikan sebagai markas ataupun gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data yaitu kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek, seperti manusia, barang, dan lain-lain yang direkam ke dalam bentuk angka, bentuk huruf, simbol, teks, bunyi, gambar atau juga  kombinasinya. Jadi, pengertian dari basis data adalah kumpulan data – data yang terorganisir saling berhubungan sedemikian rupa sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh penggunanya.

Tujuan dari Basis data adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan serta kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi atau juga menampilkan kembali data tersebut.
  • Efisiensinya ruang penyimpanan, karena dengan basis data, redudansi data akan bisa dihindari.
  • Keakuratan (Accuracy) data.
  • Ketersediaan (Availability) data.
  • Kelengkapan (Completeness) data, Bisa melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada table.
  • Keamanan (Security) data, dapat menentukan pemakai yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek yang ada didalamnya serta menentukan jenis -jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
  • Kebersamaan Pemakai (Sharability), Pemakai basis data bisa lebih dari satu orang, tetapi tetap menjaga atau menghindari masalah baru seperti: inkonsistensi data (karana data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) dan juga kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data tersebut.

Sedangkan pengertian dari sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari koleksi data atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses kumpulan data tersebut. Komponen Utama Sistem Basis Data :

  • Perangkat Keras (Hardware)
  • Sistem Operasi (Operating Sistem)
  • Basis data (Database)
  • DBMS (perangkat lunak khusus pengelola basis data)
  • Pemakai (User).
  • Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya (opsional).

Tujuan utama dari Sistem Basis Data adalah menunjukkan suatu lingkungan yang tepat dan efisien dalam melakukan pengambilan (retrieving) dan penyimpanan (storing) informasi basis data, serta menyediakan antarmuka yang lebih ramah kepada user dalam melihat data.

Kegunaan atau fungsi dari Sistem Basis Data adalah untuk mengatasi masalah-masalah pemrosesan data yang sering ditemui dengan menggunakan metode konvensional. Contoh masalah yang diatasi diantaranya:

  • Redudansi data dan juga inkonsistensi data.
  • Kesuliatan dalam pengaksesan data.
  • Data Isolation.
  • Konkurensi pengaksesan.
  • Masalah keamanan.
  • Masalah Integritas.

INTEGRITAS BASIS DATA

Secara etimologis integritas berarti kesatuan. Dalam basis data, obyek integritas tersebut adalah data. Sehingga dapat disimpulkan bahwa integritas data merupakan keutuhan dan kesatuan data dalam basis data sehingga data tersebut dapat menjadi sumber informasi yang dapat digunakan.

Munculnya istilah integritas terutama disebabkan oleh adanya konsep basis data relasional dan adanya normalisasi. Pemilahan data ke dalam tabel-tabel yang mempunyai relasi membuat integritas keseluruhan data menjadi sangat penting. Relasi antara satu tabel dengan tabel yang lain harus benar-benar terjadi sehingga keutuhan data dapat terjaga.

Integritas data dapat dikelompokan menjadi 2 bagian:

  1. Integritas data yang berada dalam relasi, yaitu
  • integritas entitas
  • integritas domain.
  1. Integritas yang berada di luar relasi, yaitu
  • integritas referensial

Selain itu ada juga integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas perusahaan (Enterprise integrity/User Defined Integrity).

Secara garis besar integritas data dalam model relasional meliputi :

  • Integritas Entitas
  • Integritas Domain
  • Integritas Referensial
  • Integritas Enterprise
  1. Integritas entitas

Integritas entitas mendifinisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Dalam integritas entitas, tidak ada baris yang diduplikat didalam suatu tabel.

Contoh :

create table Pembelian (

ID_Pembelian smallint,

ID_model smallint,

DeskripsiModel varchar (40),

Primary Key (ID_Pembelian)

);

  1. Integritas domain

Domain adalah nilai-nilai yang dimungkinkan diasosiasikan dengan setiap atribut. Integritas domain merupakan validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas domain, tidak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.

Jenis domain yang harus dimiliki oleh setiap atribut :

  • Karakter bebas
  • Alphanumerik
  • Alphabet
  • Numerik

Pemeliharaan integritas domain:

  • Pendifinisian skema
  • \Pemanfaatan properti field
  • Penerapan proses validasi pada pemasukan data

Contoh :

create table biografi(

idpenulis smallint unsigned not null,

tahunLahir year not null,

kotalahir varchar (40) not null default ’Kosong’

);

create domain nilai numerik(3,2)

constraint value-test check (value >=0.00)

3.Integritas Referensial

Integritas referensial adalah dasar relasi antar tabel yaitu antara foreign key dengan primary key. Integritas referensial memastikan bahwa seluruh nilai dari foreign key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkannya.

Contoh :

create table account

(account-number char (10),

branch-name char (15),

balance integer,

primary key (account-number),

foreign key (branch-namereference branch)

create table depositor

(costumer-name char (20),

account-number char (10),

primary key (costumer-name, account-number)

foreign key (account-number) reference account

foreign key (costumer-name) reference costumer) on delete cascade on update cascade

Tipe dari Integritas data

  1. Null Rule

Aturan null  adalah definisi aturan pada single column yang membolehkan atau tidak membolehkan inserts atau updates untuk pengisian row kosong (the absence of a value) pada kolom.

  1. Unique Column Values

Aturan nilai unique didefinisikan pada sebuah kolom atau beberapa kolom yang membolehkan insert atau update hanya pada baris yang berisi  sebuah nilai unique dalam kolomnya.

  1. Primary Key Values

Aturan nilai primary key didefinisikan pada sebuah key (kolom atau banyak kolom) tertentu bahwa setiap baris dalam tabel dapat mengidentifikasi keunikan dengan nilai kunci tersebut

  1. Referential Integrity Rules

Aturan referential integrity adalah definsi aturan pada sebuah kunci key (kolom atau banyak kolom) dalam sebuah table yang menjamin bahwa data dalam kunci cocok dengan nilai dalam sebuah relasi tabel.

Transaksi

Transaksi adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang mengakses/mengubah isi basis data. Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data.

Setiap transaksi Basis Data harus terjadi updating. kemungkinan yang terjadi pada saat proses Transaksi ada 2, yaitu End of transaction sucsesfully dan End of transaction unsuccesfully. Pada saat Basis Data tidak konsisten, maka Basis Data harus di recovery (memulihkan)/ roll back.

Tujuan melakukan transaksi yaitu untuk Melindungi database dari kehilangan data dan kerusakan.  Misalnya:

  • Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data
  • Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data

Sifat-sifat transaksi :

  1. Atomicity, dimana semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali.
  2. Consistency, dimana eksekusi transaksi harus dapat menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
  3. Isolation, jika pada sebuah sistem basis data terdapat sejumlah transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi yang dilaksanakan pada saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan bisa berakhir.
  4. Durability, dimana perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir dengan baik, harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem mati.

Konkurensi

Konkurensi adalah bisa dikatakan sebagai suatu fitur di mana database management system(DBMS) mengijinkan banyak transaksi pada saat bersamaan untuk mengakses data yang sama. Dalam melakukan konkurensi dibutuhkan suatu Concurency Control Mechanism (CCM) agar transaksi yang dilakukan oleh banyak user pada suatu sistem di dalam waktu yang bersamaan tidak saling “mengganggu” dan tidak menghasilkan inconsistency data.

Tiga masalah dalam Konkurensi :

  1. Lost Update Problem

Masalah operasi update yang sukses dari seorang pengguna kemudian ditimpali oleh operasi update dari pengguna lain.

  1. Uncomited dependency problem (ketergantungan yg tidak sukses/modifikasi sementara)

Masalah terjadi saat suatu transaksi membaca data dari transaksi lain yg belum dicommit.

  1. Inconsistent analysis problem

Masalah terjadi saat satu transaksi membaca beberapa nilai tetapi transaksi kedua pada waktu yang sama memodifikasi nilai tersebut.

Sebuah transaksi dapat menghasilkan dua kemungkinan:

  1. Jika dilaksanakan lengkap seluruhnya, transaksi tersebut telah di commit dan basis data mencapai keadaan konsisten baru.
  2. Jika transaksi tidak sukses, maka transaksi dibatalkan dan basis data dikembalikan ke keadaan konsisten sebelumnya (rollback).

Locking

Jika sebuah transaksi ingin record/resource tidak berubah dalam waktu tertentu maka dia meminta lock. jenis lock :

  1. Exclusive Lock (Xlock) -> write lock
  2. Shared Lock (Slock) -> read lock

Deadlock

Situasi dimana dua atau lebih transaksi dalam kondisi wait-state, satu sama lain menunggu lock dilepaskan sebelum dapat memulai. Dapat diatasi dengan cara :

  • Deteksi dan pecahkan deadlock
  • Deteksi deadlock -> wait-for-graph
  • Pecahkan deadlock -> (salah satu dirollback paksa (bagaimana penanganan rollback ini?)

Back-end Programming

Backend adalah bagian belakan tempat administrator web mangatur keseluruhan bagian depan atau dengan kata lain memprogram tampilan web. Beberapa jenis fungsi-fungsi yang sering dipakai dalam back-end programming antara lain:

  • Stored Procedure

Stored Procedure adalah sekumpulan perintah SQL yang disusun dalam sebuah prosedur yang memiliki nama dan fungsi tertentu.

  • Function

Selain Stored Procedure, terdapat juga Function. Sedikit berbeda dengan Stored Procedure, disini ada nilai yang dikembalikan.

  • Trigger

Secara keseluruhan trigger hampir sama dengan Procedure dan Function, hanya saja untuk Trigger dioperasikan secara otomatis ketika terdapat aktivitas statement-statement SQL seperti Insert, Update dan Delete. Trigger ini bisa diaktivasi sebelum atau pun sesudah terjadinya satatement-statement tersebut.

XML (Extensible Markup Language)

XML adalah markup language sepertinya halnya HTML untuk dokumen yang mengandung informasi terstuktur dan ditujukan untuk pertukaran dokumen via web. XML berbentuk file teks yang cross platform, independen terhadap software dan hardware. Berikut adalah contoh XML :

  • Tag: <nama> budi </nama>

Tag didefinisikan sendiri.

  • Tag dapat mempunyai atribut,

contoh : <daftar_mahasiswa jumlah = “40”> … </daftar_mahasiswa>

  • Struktur -> hiearki (tag dalam tag),

contoh: <mahasiswa><nama> susis </nama></mahasiswa>

Keuntungan XML :

  • Self Documenting -> dengan melihat tag, dapat diketahui isi dokumen.
  • Dapat dibaca software dan manusia.
  • Fleksibel
  • Dapat dikembangkan tanpa melanggar format lama. Contoh: pada <pengarang>, tambah tag <telepon>, maka XML yang lama tetap dapat dibaca.
  • Hirarkis -> dapat merepresentasikan data kompleks
  • Independen terhadap bahasa pemrograman dan sistem operasi

Kerugian XML :

  • Pengulangan tag -> tidak efisien, ukuran file membengkak
  • Beberapa aturan XML :
  • Setiap tag harus ada penutupnya.
  • Penamaan Tag
  • case sensitive. <nama> tidak sama dengan <Nama>.
  • Tidak diawali dengan angka
  • Tidak mengandung spasi
  • Hindari ‘-’ dan ‘.’
  • Urutan hirarki harus benar. Contoh yang salah: <mahasiswa> <nama> susis </mahasiswa></nama>
  • Setiap XML harus mengandung root (akar)

 

Referensi:

Perkuliahan Sistem Basis Data Oleh Budi Laksono Putro, M.T

http://www.pengertianku.net/2014/06/pengertian-basis-data-dan-sistem-basis.html

https://biblenizzle.wordpress.com/2013/10/08/integritas-data-dalam-basis-data/

http://justizzah.blogspot.co.id/2013/05/sistem-basis-data-integritas-data.html

https://farhanmaulanablog.wordpress.com/category/sistem-basis-data/

https://rezapratama8.wordpress.com/2013/05/19/sistem-basis-data/

https://simbuda.wordpress.com/2013/05/19/back-end-programming-xml-dan-keamanan-data/

DDL, DML, Agregasi dan Grouping

  1. DDL

DDL adalah singkatan dari Data Definition Language. DDL adalah sintaks mirip dengan bahasa pemrograman komputer untuk mendefinisikan struktur data, terutama skema database. DDL merupakan perintah-perintah yang biasa digunakan administrator database untuk mendefinisikan skema dan sub skema database.

Perintah yang termasuk DDL:

  • Create = untuk membuat database atau tabel baru.
  • Alter =untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat.
  • Drop = untuk menghapus database atau tabel.
  1. DML

DML adalah singkatan dari Data Manipulation Language. DML adalah bagian dari elemen sintaks mirip dengan bahasa pemrograman komputer yang digunakan untuk memilih, memasukkan, menghapus dan memperbarui data di dalam database.

Perintah yang termasuk DML:

  • Insert = untuk menyisipkan atau memasukan data kedalam tabel
  • Update = untuk memperbaharui/mengedit data lama menjadi data terkini
  • Delete =untuk menghapus data dari tabel
  • Select =untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel atau beberapa tabel.
  1. ERD

ERD adalah singkatan dari Entity-relationship Diagram. ERD adalah model/gambaran data untuk menggambarkan aspek data atau informasi dari domain atau persyaratan prosesnya, dengan cara abstrak yang nantinya diimplementasikan dalam database. Komponen ERD adalah sebagai berikut:

1. Entitas

Sebuah entitas adalah hal yang ada baik secara fisik maupunl ogis/abstrak. Entitas fisik yaitu bisa berupa objek fisik seperti rumah atau mobil (ada secara fisik), sedangkan entitas abstrak bisa berupa sebuah acara  atau suatu konsep seperti transaksi (ada secara logis, sebagai sebuah konsep ).

2. Relasi

Suatu relasi adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas.

3. Atribut

Atribut memberikan informasi lebih rinci tentang jenis entitas. Atribut memiliki struktur internal berupa tipe data.

Jenis-jenis atribut :

  • Atribut Key =atribut unik yang dapat membedakan semua baris data. Contoh : NIM.
  • Atribut simple: atribut yang bernilai tunggal, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi. Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
  • Atribut Multivalue: atribut yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atribut yang bersangkutan. Contoh :dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
  • Atribut Composite: atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisa dipecah lagi atau mempunyai sub atribut . Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
  • Atribut Derivatif: Atribut yang tidak harus disimpan dalam database. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relasi.

4. Derajat relasi atau kardinalitas

Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya.

  • One to One: Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya. Contoh: Kepala sekolah yang mengepalai satu sekolah saja
  • One to many (1:M / Many): Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya. Contoh: Ibu yang memiliki banyak anak.
  • Many to Many (M:M): Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya. Contoh: Dosen – dosen yang mengajar mahasiswa.
  1. Agregasi dan Grouping
1. Agregasi
Agregasi dalam SQL dalam adalah proses untuk mendapatkan nilai dari sekelompok data.
Beberapa operator agregasi adalah sebagai berikut:
  • SUM() =  untuk menjumlahkan nilai pada sejumlah data pada tiap kolom dalam suatu tabel  atau beberapa tabel.
  • AVG() = untuk menghitung rata-rata nilai pada beberapa data di tiap kolom dalam suatu tabel  atau beberapa tabel yang tipe data kolomnya integer.
  • MAX() = untuk menghasilkan nilai tertinggi dari beberapa kolom dalam suatu tabel.
  • MIN() = untuk menghasilkan nilai terendah dari beberapa kolom dalam suatu tabel.
  • COUNT() = untukmenghitung jumlah data pada suatu tabel.
  • ROUND() = untuk membulatkan data yang bertipe data integer dengan jumlah desimal yang ditentukan.
  • STDDEV_POP() = untuk menghasilkan nilai standar deviasi populasi.
  • VAR_POP() = untuk menghasilkan nilai standar varian populasi.
2. Grouping
Grouping adalah pengelompokkan data dalam suatu tabel berdasarkan salah satu kolom yang ada pada tabel tersebut.
Perintah perintah grouping antara lain:
  • Order By = untuk manampilkan data yang diurutkan secara menaik atau menurun.
  • Group By = untuk mengelompokkan beberapa data.
  • Having = menentukan kondisi tertentu pada fungsi agregasi. Perintah umumnya seperti berikut.
  • View = sebuah tabel semu/bayangan. Data-data didalamnya dapat diambil dari beberapa tabel.

Resume RE pertemuan 3

Multimeter adalah salah satu alat Ukur yang digunakan untuk mengukur Arus listrik (Ampere), Hambatan listrik (Ohm) dan tegangan listrlk (volt). Alat pengukur listrik ini biasa disebut dengan sebutan AVOMeter (Ampere/Volt/Ohm)

Ada dua kategori multimeter :

  • Multimeter digital / DMM (digital multimeter) tampilannya menggunakan tampilan angka, dan keunggulannya lebih akurat hasil pengukurannya,
  • Multimeter analog hasil pengukurannya ditunjukkan oleh jarum cara membaca hasil pengukurannya harus jeli melihat jarum penunjuknya.

Umumya pada avometer terdapat bagian-bagian sebagai berikut :

  1. Saklar Jangkah: Saklar jangkah ini digunakan untuk memilih jenis besaran yang yang akan diukur (Ampere, Volt maupun Ohm) dan saklar jangkah juga menunjukkan batas skala pengukuran.
  2. Sekerup Kontrol NOL: Untuk mengatur posisi jarum, sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup kontrol NOL ini diputar untuk diatur ulang.
  3. Kabel Penyidik: digunakan untuk menempelkan ke obyek yang di ukur. Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang MINUS atau COMMON.

MENGUKUR HAMBATAN / RESISTANSI
Putar saklar jangkah pada posisi OHM (misalnya x1, x10 atau x1k) , kemudian kalibrasi dengan cara ujung kabel penyidik merah dan hitam disentuhkan dan lakukan zero seting (jarum menunjuk pada angka nol) dengan cara putar sekrup tombol nol dan putar pula tombol kontrol nol.

MENGUKUR TEGANGAN DC
Perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan saklar jangkah pada skala yang lebih tinggi. penyidik merah pada positif dan hitam pada negative. Hasil pengukuran akan ditunjukkan oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Volt DC

MENGUKUR TEGANGAN AC
Seperti halnya pada pengukuran tegangan DC, perkirakan tegangan yang akan diukur, letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi jika tidak diketahui pasang jangkah pada posisi skala tertinggi agar AVOmeter tidak rusak. Hasil pengukuran akan ditunjukkan langsung oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Volt AC

MENGUKUR ARUS (SEARAH) 
Rangkaian yang akan diukur diputuskan pada salah satu titik, dan melalui kedua titik yang terputus tadi arus dilewatkan melalui avometer, sebelumnya muatan semua elco didischarge. Hasil pengukuran akan ditunjukkan langsung oleh jarum penunjuk (analog) dan angka jika anda menggunakan AVOmeter Digital. Satuannya adalah Ampere.

referensi:
http://dien-elcom.blogspot.com/2012/09/multimeter-dan-cara-menggunakannya.html
http://akhdanazizan.com/cara-menggunakan-avometer

 

 

Resume Rangkaian Elektronika

  1. Pertemuan pertama

Pada pertemuan pertama, saya belajar tentang komponen – komponen elektronika, yang dibagi menjadi dua, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Perbedaan dari kedua komponen tersebut adalah komponen aktif merupakan komponen yang membutuhkan arus llistrik untuk bekerja, sedangkan komponen pasif tidak membutuhkan arus listrik untuk bekerja. Contoh dari komponen aktif adalah Transistor, Dioda, dan IC (Integrated circuit) dan contoh dari komponen pasif adalah Kapasitor, Konduktor, dan Induktor.

  • Komponen aktif

1. transistor

Transistor berfungsi sebagai penguat arus dan penstabilisasi tegangan. Ada  dua jenis transistor, yaitu PNP dan NPN.

NPNvsPNP

ket:

C: kolektor
B: Basis
E: Emiter

2. dioda

Dioda berfungsi untuk menyearahkan arus listrik. Jenis – jenis dioda antara lain:

  • Dioda penyearah
  • Dioda zener
  • LED
  • Dioda foto

3. IC (Integrated Circuit)

  • Komponen pasif
  1. Resistor
  2. Variabel
  3. LDR
  4. Thermistor (T. NTC, T. PTC)
  5. Induktor

Di pertemuan ini, saya juga belajar menghitung hambatan yang ada di resistor dengan menggunakan pita warna.

tabel-warna-resistor1

Pita pertama dan kedua adalah penentu angka, pita ketiga adalah penentu besar hambatan berpangkat 10, dan pita keempat adalah toleransi.

2. Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua, saya mempelajari tentang Rangkaian Listrik. Rangkaian listrik, sesuai dengan namanya, adalah rangkaian yang dialiri listrik. Ada dua jenis rangkain listrik, yaitu rangkaian paralel dan rangkaian seri. Rangkaian listrik hanya akan teraliri listrik jika rangkaian tersebut dalam keadaan tertutup (saklar tidak terbuka). Hukum Ohm berlaku di rangkaian ini (V = IR).

  1. Rangkaian Seri

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri).390px-Resistors_in_series.svg

V (tegangan) = V1 + V2 + V3 + … + Vn
R (hambatan )total = R1 + R2 + R3 + … + Rn
I (arus) seri = I1 = I2 = I3 = In

  1. Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel).

301px-Resistors_in_parallel.svg

V (tegangan) = V1 = V2 = V3 = Vn
R (hambatan )total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … + 1/Rn
I (arus)  = I1 + I2 + I3 + … + In